Penyebab Waktu Persalinan Berlangsung Lama

Penyebab Waktu Persalinan Berlangsung Lama

Penyebab Waktu Persalinan Berlangsung Lama – Pada wanita yang baru pertama kali melahirkan, persalinan per vaginam membutuhkan waktu sekitar 12 – 18 jam. Adapun, bagi wanita yang sudah pernah melahirkan, waktu persalinan dapat berkisar 6 – 9 jam.

Semakin sering wanita melahirkan, waktu persalinannya akan cenderung lebih singkat. Pada persalinan dengan kehamilan kembar atau lebih, membutuhkan waktu hingga lebih dari 16 jam.

Persalinan dianggap terlalu lama bila memakan waktu lebih dari 20 jam pada persalinan pertama kali dan lebih dari 14 jam pada persalinan kesekian kalinya. Lantas, apa yang sebenarnya penyebab persalinan berlangsung lebih lama?

Kenali penyebabnya

Beberapa faktor yang dipercaya dapat memengaruhi waktu persalinan berlangsung lebih lama, di antaranya:

  • Ukuran bayi yang sangat besar sehingga kesulitan melewati jalan lahir
  • Posisi bayi yang tidak normal di dalam rahim
  • Jalan lahir yang terlalu sempit untuk dilalui oleh bayi
  • Kontraksi otot rahim terlalu lemah
  • Adanya kelahiran bayi kembar atau lebih
  • Stres, rasa cemas, atau ketakutan pada ibu hamil.

Waktu persalinan yang berlangsung lebih lama tentu saja dapat membahayakan kondisi bayi yang sedang dilahirkan. Di antaranya dapat menurunkan suplai oksigen ke bayi, membuat irama jantung bayi abnormal, terpapar mekonium (zat beracun), dan infeksi pada cairan ketuban. Oleh karena itu, selama persalinan, kondisi bayi harus dipantau secara ketat.

Penanganan persalinan yang waktunya memanjang bergantung dari penyebabnya. Misalnya saja pada kontraksi otot rahim yang kurang kuat saat persalinan dapat dirangsang dengan pemberian obat, seperti oksitosin (proses induksi).

Obat perangsang tersebut dapat mempercepat kontraksi lebih kuat dan cepat. Namun, bila penggunaan obat itu tidak efektif, kemungkinan perlu dilakukan operasi sesar atau sectio caesaria untuk melahirkan bayi Anda.

Sekitar sepertiga dari jumlah operasi sesar dilakukan setelah terjadinya persalinan yang waktunya memanjang. Misalnya pada posisi bayi yang abnormal atau ukuran bayi terlalu besar, operasi caesar menjadi tata laksana yang sesuai untuk mencegah terjadinya komplikasi persalinan lebih lanjut. Selain itu, operasi caesar umum dilakukan pada persalinan dengan bayi kembar atau lebih.

Selain beberapa tindakan medis, untuk membantu melancarkan persalinan adalah melakukan upaya sendiri, yaitu berganti-ganti posisi selama persalinan. Misalnya, bisa sambil berdiri dan berjalan. Sementara, saat tidur sebaiknya tetap dalam posisi miring ke sebelah kiri.

Selain itu, ibu hamil harus dapat mengelola stres selama proses persalinan karena hal tersebut dapat memperpanjang proses persalinan. Perasaan gugup akan menganggu kerja hormon oksitosin yang berperan dalam proses kontraksi otot rahim. Maka dapat melakukan latihan relaksasi terutama sejak akhir masa kehamilan hingga menjelang waktu persalinan sehingga lebih siap melewati proses persalinan.

Tidak hanya selama kehamilan, proses persalinan perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Bicarakan rencana persalinan dengan dokter atau bidan sesuai kondisi kehamilan. Dengan persiapan yang baik, maka dapat mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi selama proses persalinan, termasuk persalinan yang berlangsung lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *